Info Terbaru dari Dirjen GTK soal Seleksi Guru PPPK 2022,Guru Wajib Lakukan Hal Ini di Info GTK Masing-masing

Info Terbaru dari Dirjen GTK soal Seleksi Guru PPPK 2022, Honorer K2 Wajib Menyimak. Seleksi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan dimuka awal Oktober 2022. Kuota guru pada seleksi PPPK 2022 mencapai 319.797 formasi. 

Untuk seleksi guru PPPK 2022, dibagi menjadi dua, yakni pelamar prioritas dan pelamar umum. Pelamar umum yang mengikuti seleksi guru PPPK harus memiliki sertifikat pendidik. “Skenario perekrutan guru yang akan datang, hanya dilakukan melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) terutama untuk formasi pelamar umum. Jadi yang sudah memiliki sertifikat pendidik yang bisa mengikuti tes,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Nunuk Suryani, di Jakarta, Jumat. 

Nunuk menjelaskan untuk mendapatkan sertifikat pendidik tersebut harus melalui PPG. Kemendikbudristek telah membuka beasiswa PPG Prajabatan 2022 dengan kuota mencapai 40.000 orang. Selain mendapatkan beasiswa juga bisa ditempatkan sebagai ASN.

Terdapat info penting untuk guru SD, SMP, SMA, atau SMK terkait dengan Info GTK.

Di mana para guru SD, SMP, SMA, dan SMK diminta untuk segera melakukan hal berikut di Info GTK.

Arahan ini berlaku untuk semua guru terutama bagi guru-guru yang telah sertifikasi atau menjadi guru PPPK.

Sementara bagi guru yang masih berstatus non ASN, perlu diketahui juga, apabila telah lolos PPPK sudah aman.

Untuk guru-guru yang telah sertifikasi, tentu yang diharapkan adalah status validasi tunjangan profesi: valid (menunggu verifikasi dinas) atau berwarna hijau. 


Kemudian yang seharusnya dihindari oleh guru-guru yaitu status validasi tunjangan profesi: tidak valid (2 hasil verifikasi data terakhir masih belum valid) atau berwarna merah.

Salah satu penyebab umum dan banyak terjadi di kalangan guru, Info GTK tidak valid, karena di bagian ‘Kelengkapan data’ tanda seru.

Biasanya terjadi karena dua faktor, apabila bukan golongannya tidak sinkron antara Dapodik dengan BKN atau misalnya lolos dari honorer jadi ASN PPPK. 


Itu artinya terdapat peralihan status dari non ASN menjadi ASN PPPK, ketika tidak melakukan maka akan tetap tanda seru dan Info GTK nya tidak akan valid.

Baca Juga: Resmi! Guru PPPK 2022, Hanya dengan 3 Langkah Sudah Langsung Penempatan di Sekolah Induk, Ternyata Begini…

Perlu diketahui bahwa ASN PPPK, CPNS, PNS, apabila guru-guru baru mendapatkan atau menerima SK, baik SK pengangkatan, SK jabatan, SK penyesuaian ijazah, maupun SK pangkat. 


Maka wajib melakukan update data di antaranya yakni: 
  1. Aplikasi Dapodik (hubungi operator sekolah untuk sinkronisasi). 
  2. Update data BKN di Info GTK
Hal tersebut wajib guru-guru lakukan secara mandiri oleh guru SD, SMP, SMA, dan SMK di Info GTK nya masing-masing.

Apabila hal tersebut tidak dilakukan, maka Info GTK nya akan muncul tampilan ‘Kelengkapan data’ untuk sertifikasinya terdapat tanda seru bukan tanda centang hijau.

Di sisi lain juga terdapat beberapa contoh kasus yang pernah dialami oleh guru, yaitu terdapat guru yang naik pangkat dari 3B ke 3C, di Dapodik sudah di input data SK 3C.

Di lain sisi di Info GTK nya belum melakukan update data BKN, maka belum terbaca update, sehingga muncul tanda seru.

Dalam hal ini, sebelum muncul tanda seru di Info GTK atau sudah muncul tanda seru, maka silakan lakukan update data BKN.


Untuk pelamar umum harus memenuhi persyaratan yakni lulusan PPG yang terdaftar pada database kelulusan PPG di Kemendikbudristek dan pelamar yang terdaftar di Dapodik. Pada seleksi guru PPPK 2022, Kemendikbudristek menggunakan tiga mekanisme yang berbeda. Pertama adalah seleksi bagi yang sudah lolos PG pada 2021. Untuk mekanisme kedua tersebut harus memenuhi syarat yakni mengajar di sekolah negeri dan sudah terdaftar di Dapodik dengan minimal mengajar tiga tahun. Nunuk Suryani mengatakan, mekanisme terakhir adalah dengan seleksi terbuka.

About admin