Iklan

Iklan

Cerpen: Sepatu

11/07/21, 09:59 WIB Last Updated 2021-11-07T02:59:50Z

Sudah beberapa hari ini gadis kecil dengan rambut berkepang dua kulihat berdiri di depan etalase toko sepatu. Pandangannya tertuju pada sepasang sepatu berwarna merah. Setelah melihat beberapa saat ia pergi entah kemana. Aku tau ia menginginkan sepatu itu, mungkin karena tak punya cukup uang ia hanya  bisa memandangnya.

Ketika aku lewat sebuah perempatan, kulihat bocah itu ada di antara anak-anak penjual asongan. Setelah menjual dagangannya ia duduk di trotoar dan menghitung hasil penjualannya. Wajahnya nampak ceria. 

Saat aku makan siang di warung langgananku, anak itu berdiri di depan toko sepatu itu lagi. Ia nampak kecewa. Dan berlalu dari sana. Aku penasaran, kenapa ia tampak sedih. Aku ke toko sepatu itu dan kudapati  sepatu merah itu sudah tak ada lagi disana dan berganti dengan sepatu lain berwarna ungu. Rupanya sepatu yang diinginkannya itù sudah terjual.

Aku pun pergi ke toko lain dan menemukan sepatu dengan model dan warna yang sama. Aku membelinya dan meminta pejualnya membungkus dengan kertas kado. Aku ingin membuat kejutan untuk anak itu. Gadis kecil dengan rambut berkepang dua.

Esoknya aku memarkirkan mobilku di depan sebuah toko dekat perempatan jalan. Aku berjalan mencarinya diantara anak-anak penjual asongan. Syukurlah ia ada di sana. Aku memanggilnya dan membeli dagangannya.

"Namamu siapa?"

"Dahlia." Jawab gadis kecil itu.

"Kulihat kamu sering berdiri di depan toko sepatu itu. Apa kamu menginginkan sepatu berwarna merah itu?"

"Iya, Om. Sepatu itu untuk adik saya. Dia sudah lama ingin punya sepatu berwarna merah. Tapi sayang saat uangnya terkumpul, sepatunya sudah laku"

"Om, ada sesuatu untuk adikmu," kataku seraya memberikan kado yang sudah aku siapkan.

Dahlia menggeleng, ia menolak kado yang aku bawa.

"Kenapa?"

"Om bahkan tidak kenal kami, kenapa memberi kami kado?"

Aku tersenyum, "Apakah untuk memberi kita harus saling mengenal? Om hanya ingin Allah ridha kepada Om. Bukankah Rasulullah bersabda: Barangsiapa mencintai yang di bumi, ia akan disayangi oleh yang di langit?"

"Jadi Om mohon terimalah"

Akhirnya  Dahlia menyambut kado yang aku berikan.

"Te...terima kasih"

Matanya berkaca-kaca, ia nampak bahagia.

"Oh ya, sudah terlalu sore. Om pulang dulu"

Aku kembali ke parkiran dan segera pulang ke rumah.

By: Diana

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Cerpen: Sepatu

Terkini

Iklan

Close x