Iklan

Iklan

Cerbung Gadis Kesayangan Ustadz Part 05

10/11/21, 08:00 WIB Last Updated 2021-10-11T01:00:00Z

 

Sudah 3 hari lebih Zahra tak berbicara dengan Aiza begitu pula dengan Nissa yang ikut mendiami Aiza semenjak Syarif sering mengirim surat pada Aiza.

"Kenapa semua sahabat Aku jadi gini, aku harus selesaikan semuanya." gumam Aiza saat ia berada ditaman seorang diri.
Aiza beranjak pergi dari taman, ia terus berjalan sampai diperbatasan santri putra dan putri, kebetulan saat itu Syarif ada didekat gerbang. Aiza segera memanggil namanya.
"Maaf mengganggu waktunya akhi, aku mau ngobrol bentar aja boleh kan?" tanya Aiza pada Syarif.
"Iya boleh silahkan ukhti," ucap Syarif.
"Jadi gini akhi aku...," belum sempat Aiza melanjutkan perkataannya tiba-tiba ada seseorang yang berdehem.
"Ehemm...,"
Aiza dan Syarif beralih menatap orang yang ada disamping mereka.
"Eh uus-tatadz zayyan." ucap Syarif gelagapan.
"Kenapa kalian berdua disini? Kalau terjadi fitnah gimana," ucap Ustadz Zayyan.
Mereka berdua menunduk tak berani menatap Ustadz Zayyan.
"Kalian berdua saya hukum, sekarang juga berdiri di tiang bendera selama 2 jam," tukas Ustadz Zayyan pada Syarif dan Aiza.
Tanpa menjawab Aiza dan Syarif segera menuju ke tiang bendera lalu mereka berdiri disana sambil menghormat pada bendera merah putih.

Terik matahari membuat wajah Aiza bercucuran keringat, bibirnya mulai memucat. Tanpa sepengetahuan Ustadz Aiza memiliki penyakit berbahaya yang katanya tidak bisa bertahan lama dibawah terik matahari.
Brukk!
Belum cukup 2 jam Aiza tersungkur di tanah, darah segar mengalir dari hidung Aiza. Syarif dengan cepat menggendong Aiza lalu ia berteriak.
"Ustadz..! Ustadz!" teriak syarif sambil membawa Aiza ke ruang uks.
Santri putri mulai berkerumun di depan pintu ruang uks. Ustadz Zayyan yang mendengar teriakan santrinya mulai berlari ke ruang uks.
"Minggir...!" Ustadz Zayyan menerobos kerumunan santri putri.
"Kenapa dengan Aiza?" tanya Ustadz Zayyan pada Syarif.
"Dia pingsan ustadz terus mimisan," ucap Syarif.
Ustadz Zayyan menatap wajah pucat Aiza yang masih ditangani oleh Ustadzah Kaila.
"Maafin ustadz za," lirih Ustadz Zayyan dalam hati.
Sudah 10 menit Aiza pingsan. Ia belum juga sadar sampai detik ini.
"Ustadz penanganan saya masih sangat kurang, lebih baik kita bawa ke dokter secepatnya," ucap Ustadzah kaila.
"Baiklah kalau begitu," Ustadz Zayyan berdiri dari tempat duduknya lalu ia ke brankar Aiza.
"Bismillah," gumam Ustadz lalu mengangkat tubuh Aiza keluar dari ruang uks.
Aiza dimasukkan kedalam mobil milik Ustadz Zayyan di ikuti dengan Ustadzah Kaila dan juga kedua orang tua Zayyan. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya sampailah mereka semua di lingkungan rumah sakit. Ustadz Zayyan segera turun lalu kembali mengangkat Aiza sambil berteriak memanggil Dokter.
"Dokter...!" teriak Zayyan sambil menaiki anak tangga.
Beberapa dokter berlari sambil membawa brankar. Ustadz Zayyan menaruh Aiza perlahan-lahan di atas brankar setelah itu, dokter berlari kembali masuk kedalam ruang UGD di ikuti dengan Ustadz Zayyan, ustadzah Kaila dan juga kedua orang tua Zayyan.
"Tunggu disini!" Pinta Suster kepada mereka semua lalu ia menutup pintu UGD.
"Semoga ia baik-baik saja ya allah," batin Ustadz Zayyan.

Cerbung Karangan: Putry Mira

Blog / Facebook: Putry Mira

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Cerbung Gadis Kesayangan Ustadz Part 05

Terkini

Iklan