Iklan

Iklan

Cerbung Gadis Kesayangan Ustadz Part 03

10/11/21, 08:30 WIB Last Updated 2021-10-11T01:30:00Z
Zahra, nissa dan Aiza segera kembali ke kamar lalu bersiap-siap ke masjid. Aiza mengenakan mukenah berwarna putih polos begitu pula dengan kedua sahabatnya.
"Allahu akbar..., allahu akbar..," suara merdu dari masjid telah terdengar.
"Maa sya allah suaranya merdu banget." batin Aiza sambil berjalan menuju masjid.
"Aiza itu kamu tau gak siapa yang adzan?" tanya Zahra.
"Iya aku tau pasti dia laki-laki." ucap Aiza.
"Aduh aiza..., aiza kamu mah." ucap Nissa.
"Hehe dia tuh ustadz yang tadi ngajar kita," ucap Zahra.
Aiza hanya ber'oh' ria saja. Sesampainya di dalam masjid Aiza dan kedua sahabatnya segera menggelar sajada masing-masing. 30 menit kemudian shalat dzuhur telah selesai dilaksanakan. Aiza deluan keluar dari masjid, karena ia terlalu menunduk tiba-tiba ia tak sengaja menabrak seseorang.
Brukk! Aiza memegang kepalanya lalu melihat siapa yang sudah ia tabrak.
"Astaghfirullah." ucap Aiza langsung menundukkan pandangan.
"Maaf aku gak sengaja." ucap Aiza.
"Iyah gak papah, oh yah perkenalkan aku syarif." ucap santri putra.
"Iyah, ma-maaf aku deluan yah assalamualaikum." Aiza segera meninggalkan santri putra yang bernama syarif itu.
"Cantik," gumam Syarif. "Eh astaghfirullah," ucapnya lagi.
***
Sudah 1 minggu lebih Aiza berada di pondok pesantren. Hari demi hari ia lewati dengan sabarnya dalam menahan rindu pada kedua orang tuanya.
"Aiza...!" Panggil seseorang saat Aiza bersama Zahra dan Nissa sedang bercanda tawa didepan kamarnya.
Aiza berbalik lalu melihat siapa yang memanggilnya. Ternyata dia santri putra yang waktu itu tak sengaja ia tabrak.
"Kok dia tahu nama kamu za?" tanya Nissa.
"Aa-kku juga ga tau," ucap Aiza.
Santri putra itu mendekati Aiza lalu menaruh sepucuk surat disamping nya seraya berkata.
"Jangan lupa dibaca!" ucapnya lalu melongos pergi.
"Eheem..," Zahra dan Nissa menyenggol lengan Aiza saat ia mengambil kertas yang diberikan santri tadi.
"Ayo buka dong Aiz." ucap Zahra.
Belum sempat Aiza membuka kertasnya santri putra itu berkata dari kejauhan "bacanya sendirian." ucapnya lalu menghilang entah kemana.
"Ikh rese amat tuh cowok." Zahra berdecak kesal sementara Nissa ia sedari tadi terdiam.
"Duh maaf yah Zahra aku bukanya nanti aja." ucap Aiza lalu ia pergi meninggalkan sahabatnya.
Zahra berlari menghampiri Aiza.
"Kenapa nissa ga ikutin aku yah," batin Aiza.
"Eum aku mengerti semua." Aiza langsung berlari tanpa memperdulikan Zahra yang terus memanggil nama nya.
Lorong demi lorong diterobos oleh Aiza, ia terus berlari sampai tak sadar kakinya menginjak pecahan kaca.
"Awh...," ringis Aiza saat ia merasakan kakinya sakit.
Aiza terduduk dilantai lalu melihat ada apa dengan kakinya yang tiba-tiba sakit. Betapa kagetnya Aiza saat melihat kakinya yang sudah dipenuhi darah.
"Astaghfirullah," Aiza memegang tembok lalu ia berusaha berdiri namun hasilnya nihil. Ia kembali terduduk dilantai.
Suara langkah kaki terdengar dari arah belakang Aiza merasa ketakutan karena disini sangat sepi.
"Jangan mendekat..! awh."

Cerbung Karangan: Putry Mira

Blog / Facebook: Putry Mira

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Cerbung Gadis Kesayangan Ustadz Part 03

Terkini

Iklan