Iklan

Iklan

Nikah Muda

9/03/21, 19:20 WIB Last Updated 2021-09-05T11:11:00Z

 Nikah Muda

Satu pesan kembali masuk, Dafa yang sedang merebahkan tubuhnya pun langsung duduk.

(Apa mau lo)

Tak menunggu lama sudah ada balasan.

(Mau gue Cuma satu! Membuat Deva benci sama lo dan tinggalin lo)   

(Gue punya bukti rahasia besar yang mungkin bisa bikin Deva benci sama lo)

Dua pesan terlahir dengan emot senyum miring di pesanya.

Dafa mengepalkan tangannya,  “Adit! Pasti ini semua ulah Adit!” 

Dafa melempar Hanpone ke sembarang arah ketika mendengar suara pesan masuk. Dafa langsung merebahkan kembali ke tempat tidurnya. Harum kamar itu membuat Dafa menjadi membayangkan Deva, karena itu harum khas Deva.

Di kamar Deva sedang berbincang-bincang dengan sahabatnya Rani, mereka membahas tentang masalah-masalah, dari Rani yang kemarin izin gak masuk dan terakhir kisah Deva dengan Dafa.

(Lo masih bertahan?)

Deva memandang layarnya dengan tatapan serius.

(Ran, gue sudah sering bilang! Gue akan bertahan)

(Sampai kapan?)

(Sampai waktu yang menjawab!)

(Terserah)

Rani langsung mematikan sambungannya, membuat Deva menghela napas. Bukan apa-apa. Tapi ... Deva harus bisa mempertahankan rumah tangganya, walau dia tersakiti tapi ia sangat yakin di balik semua ini akan indah pada waktunya.

Jika Deva ingin, ia bisa saja memilih pergi dari dulu, Dimana saat dirinya di tinggal orang tuanya, namun Deva tidak melakukan semua itu, saat ini belum ada keniatan untuk pergi, melainkan hanya untuk berjuang.

Deva merebahkan di tempat tidurnya dan menutup mata untuk masuk ke dalam mimpi



“Deva!” teriak seseorang yang membuat Deva menoleh ke belakang, terlihat seseorang pemuda yang sedang tersenyum sambil mendekat Deva, “Gara,” gumamnya.

“Kita jalan bareng ya.”

Belum Deva menjawab Gara sudah meraih tangan Deva, “Berangkat sama siapa?” tanya Gara.

“Naik Angkot,” jawabannya sambil melepaskan genggaman dari Gara, Deva sangat risih melihat tatapan sinis semua yang melihat, Gara menghela napas.

“Gimana kalau besok gue jemput?” tawar Gara.

Deva menggeleng, “Em ... terima kasih, tapi ... mulai besok gue pakai motor sendiri,” jawab Deva.

Benarkah?”

Deva menatap Gara tersenyum tipis lalu mengangguk untuk jawaban, “Nanti malam ada waktu gak?”   

“Kenapa?” bukanya menjawab ia malah balik bertanya.

“Gue mau ajak lo ke pasar malam.”

Mendengar kata pasar malam membuat Deva berbinar, namun itu hanya sesaat, kalau saja saat ini yang mengajak Dafa, pasti dirinya akan senang, “Dev, lo mau gak?”

“Em ... kita lihat nanti aja ya.”

“Boleh minta nomor lo?”

Deva mengangguk, dan Gara pun memberikan Hanpone nya dan di terima Deva untuk mencatat nomor dirinya.     

“Makasih,” ucap Gara yang di angguki Deva.

“Gue masuk ya,” ucap Deva yang di angguki Gara. Gara pun berjalan menuju kelasnya.

“Rani, lo kenapa?” tanya Deva ketika melihat sahabatnya murung.

“Gue gak papa.”

“Jawaban lo gak meyakinkan! Dari gak apa-apanya lo pasti ada apa-apanya kan?”

Rani menghela napas, “Gue ... gue di jodohin,” lirihnya.

“Apa? Di jodohin?” tanya Deva sekaligus kaget, ia mencoba menajamkan pendengarannya, apakah ia salah dengar atau ....!

“Gue di jodohin Dev.”

Tidak! Deva sama sekali tidak salah mendengar, “S-sama siapa? Apa lo kenal orangnya?”

“Gue ... gue kenal, dia sahabat gue sendiri.”

Deva tercengang! Sahabat? Sahabat yang mana? “Dia sahabat kecil gue,” lanjutnya.

Sahabat kecil? Deva masih tak menyangka, “Tapi ... kenapa lo sedih? Harusnya lo bahagia karena lo di jodohin sama sahabat lo.”

“Tapi ... sekarang sudah berbeda, jika kita bertemu pun seakan gak kenal.”

“Pasti lo kaget siapa sahabat gue.”

“Memang siapa?” tanya Deva penasaran.

“Nanti ada waktunya lo tau,” jawabnya membuat Deva menghela napas.

“Em ... sahabat lo juga tau?”

Rani mengangguk, “Tadi malam keluarganya datang buat lamar, dan sekitar berapa minggu lagi kita ... menikah,” suaranya menjadi lirih.

“Lo gak suka sama sahabat lo?” tanya Deva penasaran.

“Suka! Gue suka sama dia sudah lama, semenjak menginjak SMP, tapi dia gak suka sama gue.”

“Kenapa lo bisa beranggapan kalau dia gak suka sama lo?”

“Dari sikapnya, dia acuh banget sama gue.”

“Apa gue bisa kayak lo Dev, bertahan jika pernikahan itu terjadi?”

Deva tersenyum, “Gue sangat yakin kalau lo bisa.”

Mereka saling berpelukan.

Sahabat merupakan seseorang yang selalu ada ketika kita merasakan susah maupun senang secara bersama-sama dengan saling berbagi senang dan duka. Hal paling indah dari persahabatan ialah memahami dan dipahami, tanpa memaksa dan ingin menang sendiri.

“Gue bahagia punya sahabat sepeti lo Dev.”

“Gue juga. Gue juga sangat bahagia punya sahabat kayak lo Ran.”

Sahabat yang baik merupakan orang yang sangat kita percayai dan membuat kita tenang bersamanya. Dia menjadi tempat berbagi kelelahan, berbagi kesedihan dan tidak pernah menjual rahasia diri kita.


“Ran, kita nyanyi yuk,” ajak Deva.

Mereka saat ini sedang berada di taman, mereka sedang menikmati jam istirahat, mereka tidak ke kantin, “Ayok, nyanyi apa?”

“Kepompong! Tapi sepenggalnya aja,” jawabnya yang di setujui Rani.

🎶  Persahabatan bagai kepompong

Mengubah ulat menjadi kupu - kupu

Persahabatan bagai kepompong

Hal yang tak mudah berubah jadi indah

Persahabatan bagai kepompong

Maklumi teman hadapi perbedaan

Persahabatan bagai kepompong

Na na na na na🎵

Mereka berdua bernyanyi dengan riang, walau hanya sepenggal.  Mereka tertawa bahagia sampai tak menyadari seseorang memperhatikannya, “Gue baru pertama lihat Deva tertawa bahagia.”

Dia tersenyum dan langsung menggeleng, “Apa si lo Daf! Ingat tujuan lo Cuma buat Deva menderita!”

Deva menatap kembali Dafa yang sedang tertawa, entah kenapa ada kehangatan melihat tawanya, namun lagi-lagi ia menggeleng dan meninggalkan taman. 

“Kita harus menjadi sahabat selamanya,” ucap Deva yang di angguki Rani.

“Sahabat Selamanya!” ucap Rani.

“Tak akan terpisahkan, karena kita ...!”

Deva menjeda “SAHABAT!” ucapannya serempak, mereka saling berpelukan.

Cerpen Karangan: Fani AF Fanny

Blog / Facebook: Fani AF Fanny

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Nikah Muda

Terkini

Iklan