Iklan

Iklan

Suamiku Ceo Tampan

8/25/21, 08:28 WIB Last Updated 2021-08-25T02:17:38Z

 

Suamiku Ceo Tampan

Aku masih jengkel dengan lelaki yang ku temui tadi sore. Fathan. Nama itu masih lari-lari di dalam pikiran. Bisa-bisanya melirik tubuhku dengan sesuka hatinya.

"Aaargh. Lelaki semuanya sama. Mesu*!" Menyentakkan kaki di ranjang.

Tapi aku penasaran juga. Siapa sebenarnya Si Fathan ini. Apakah dia staf kantor di depan cafe? Atau jangan-jangan.. ah mana mungkin dia CEO paling cuman cleaning Sarvice saja.

Berlalu pergi ke dapur  untuk berwudhu. Karena bagaimana pun aku ini seorang Muslimah. Meski belum menutup aurat.

Setelah salat. Aku berseluncur ke dunia maya, meski sekadar scroll saja. Tiba-tiba saja nama fathan kembali hadir di dalam angan-angan. Sebelum akhirnya aku mencari namanya di sosmed-ku.

"Ketemu!" Entah kenapa rasa adem menjalar ke seluruh tubuh ketika melihat wajahnya yang damai.

"Aargh, hidungnya." Tak sadar aku sudah satu jam menatap foto teduhnya. Apakah aku sedang jatuh cinta? Entahlah.

Hingga akhirnya sebuah nomor baru masuk di ponsel. Ragu untuk mengangkatnya. Kali aja penipu ya kan? Ku diamkan beberapa saat, berharap tak ada lagi bunyi panggilan itu. Tapi semua itu nihil. Karena risih dengan suara panggilan itu. Aku putuskan untuk mengangkatnya.

Dari seberang sana terdengar jelas suara bariton yang sore tadi ku dengar. Apakah benar, Mas Fathan? Pipiku seketika memanas mendengar suara yang sudah ku pastikan bahwa itu adalah, Mas Fathan.

"Hallo! Apa ini dengan Nona Arsyila Romeesa Farzana?" Mulut ku kaku, lidahku keluh. Seperti ada sebuah sihir yang mengikatku.

"Hallo! Apa ada orang di sana?"

"Ah, iya. Dengan saya sendiri. Ini siapa?" Tanyaku berusaha memastikan diri. Jika orang di seberang sana itu Mas Fathan.

"Bagus lah. Ini saya Fathan, saya hanya mau bilang kalau jeket yang tadi kau pinjam. Pulangkan sekarang, karena itu jaket kesukaan saya. Tidak usah di cuci. Pokoknya pulangkan sekarang!" Ucapnya. Lalu sambungan terputus.

Aku masih berusaha mencerna setiap kalimat yang keluar dari bibirnya. Apakah harus malam ini?

"Apakah aku tidak bisa istirahat dengan damai?" Seketika pertanyaan itu terlontar dari bibir ranumku.

Setelah menerima lokasi Mas Fathan. Aku segera on the way ke tempat tujuan. Kira-kira 2 jam aku berada di dalam taxi.

'Sepertinya uangku akan segera habis jika begini terus.'

Ku lirik rumah di hadapanku dan melihat ke lokasi yang di berikan. Tidak ada yang salah.

"Cari siapa, Dek?" Tanya salah seorang Satpam.

"Pak Fathan, tadi sudah ada janji." Ujarku. Lalu mereka segera membuka gerbang yang menutupi megahnya sebuah bangunan.

Masuk ke dalam, dengan di temani dua orang penjaga yang berbadan kekar. Hingga tiba di sebuah ruangan bercat putih. Di lengkapi dengan satu set sofa, di rungan lain terdapat tempat tidur berseprai putih, dan seorang lelaki yang duduk di kursi kerja tepat membelakangi kami.

"Nyonya Arsyila sudah tiba, Tuan." Ucap salah seorang berbadan kekar.

"Tinggalkan kami berdua!" Titah suara bariton itu. Kedua orang berbadan kekar itu pergi meninggalkan aku dan dari suaranya ku tebak dia adalah Fathan.

Benar saja ketika dia berbalik, ter cetak dengan sempurna sebuah wajah yang tampan dengan hidung mancung.

"Ini aku kembalikan padamu!" Menyerahkan jaketnya. Tapi dia malah diam saja tidak beranjak sama sekali.

"Bawa kesini, aku tidak ingin membuang langkah ku hanya untuk mengambil barang dari tanganmu." Bersedap dada suatu style keren

 untuk lelaki tampan sepertinya.

Terpaksa aku mendekat ke arah nya. Ketika hendak meletakkan jaket dia menarik tubuhku, hingga akhirnya jatuh ke dalam pelukannya.

Bersambung....

Cerpen Karangan: Tiara

Blog / Facebook: Tiara

 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Suamiku Ceo Tampan

Terkini

Iklan