Iklan

Iklan

Memutuskan Untuk Pergi

8/25/21, 09:07 WIB Last Updated 2021-08-25T03:04:24Z

 Memutuskan Untuk Pergi

Ketiga sahabat Aisyah sedang mencari keberadaan Aisyah. Mereka sangat khawatir pada Sahabatnya itu, apalagi ia baru pulang dari rumah sakit, dan luka dipunggungnya pun belum pulih,  dan sekarang lukanya pun bertambah, saat melihat Ali dengan wanita itu serta mendengar penuturan Salsa, tentang kedekatan suaminya dengan wanita itu.

Saat mencari keberadaan Aisyah, ketiga sahabat Aisyah melihat Ali bersama Ning Nana. Mereka heran terhadap Ustadz nya itu, bisa-bisanya dia berduaan dengan perempuan lain, dan tak menemani sang istri yang lukanya belum sembuh total.

Ketiganya pun memutuskan untuk melanjutkan mencari keberadaan Aisyah saat ini. Namun, disaat mereka hendak melangkahkan kaki, Ali sudah memanggil mereka terlebih dahulu.

"Feli! Lia! Salsa!" Teriak Ali memanggil ketiga sahabat istri kecilnya itu.

Ketiga sahabat Aisyah yang merasa terpanggil pun berjalan mendekati Ustadz nya itu.

"Assalamualaikum, ada apa yang Ustadz?" Tanya ketiga sahabat Aisyah.

"Wa'alaikumussalam. Tidak ada apa-apa, cuma saya ingin menanyakan sesuatu pada kalian," Ucap Ali.

"Nanya apa Ustadz?" Tanya Lia.

"Kenapa kalian cuma bertiga? dan kemana Aisyah?" Tanya Ali kepada sahabat istrinya itu. Pasalnya dari tadi ia tak melihat keberadaan istrinya itu.

'SKAKMAT!' Batin Lia.

'MAMPUS!' Batin Feli.

"Mana saya tau pak ustadz, dari tadikan kami cuma bertiga," Ucap Salsa dengan polos.

Feli dan Lia sangat lega mendengar penuturan Salsa, tumben-tumbenan Sahabatnya itu cerdas. Gak asal ceplas-ceplos

"Loh kok gak tau? orang kata Ustadz Ahyar Aisyah bersama kalian kok," Ucap Ali.

Ning Nana hanya menyimak obrolan antara Ustadz dan Santrinya itu.

"Iya tadi Aisyah bersama kami. Dan dia Cerita kalo dia ngeliat Ustadz bersama perempuan lain dan Aisyah sakit hati karna hal itu. Dan di saat kami sedang ngobrol, Aisyah ngeliat Ning Nana dan Aisyah nanyain tentang Ning Nana, yaudah saya jawab,"

"Terus Aisyah bilang kalo dirinya gak ada apa-apa ya dibandingkan dengan Ning Nana, terus dia lari ntah kemana," Tutur Salsa.

Lia dan Feli hanya diam dan memandang kesal ke arah Salsa. Bisa-bisanya dirinya mengatakan semuanya. Bukan karena apa-apa  hanya saja mereka takut jika timbul permasalahan di dalam rumah tangga Aisyah.

Ning Nana yang mendengar namanya disebut pun, mengernyit heran. Siapa itu Aisyah? Apa hubungan Aisyah dengan Ali? Itulah pikiran yang terlintas di pikiran Ning Nana saat ini.

"Terus Aisyah lari keman--" Ucap Ali yang terpotong.

"Maaf Ustadz kami pergi dulu Assalamualaikum,"  Ucap Lia lalu menarik tangan kedua Sahabatnya itu.

"Wa'alaikumussalam"

 

Setelah dari taman Aisyah memutuskan untuk menemui Ahyar, karena tiba-tiba iya mempunyai ide untuk bisa manjauhi Ali tanpa Ali sadari nantinya.

"Bang Aisyah pengen pulang," Rengek Aisyah pada Ahyar, abangnya.

"Belom waktunya libur dek," Tutur Ahyar kapada adik kesayangan nya itu.

"Ishhh... Ayo lah bang, pleaseeeeee," Ucap Aisyah memohon kepada Ahyar.

"Emang di izinin sama suamimu?" Tanya Ahyar.

Aisyah terdiam. Ia tak tau harus menjawab Apa, sepertinya kali ini dirinya harus berbohong, toh katanya berbohong untuk kebaikan tidak apa-apa. Jadi  ia akan berbohong untuk kebaikan. Kebaikan sendiri maksudnya.

"Di-di izinin kok, cuma Ustadz lagi ada urusan, jadi gak bisa nganter aku pulang," Ucap Aisyah berbohong.

Jika dirinya tidak berbohong, sudah pasti Ahyar tak akan mau mengantar nya pulang, dan rencana nya untuk menjauhi Ali pun gagal.

"Yaudah. Tapi setelah abang menyelesaikan tugas abang, sebentar lagi selesai kok," Ucap Ahyar.

"Wokeeee"

Setelah beberapa menit, akhirnya tugas yang dikerjakan oleh Ahyar pun selesai. Dan ia berniat untuk mengantar adiknya pulang.

Aisyah pun sudah mengemas barangnya lalu pergi menemui Ahyar yang sedang menunggu di parkiran pondok.

Setelah sampai di parkiran pondok...

"Yok bang" Ucap Aisyah dengan menyandang sebuah tas besar dan memegang satu koper.

"Kamu mau pulang ke rumah atau pulang kampung si dek? Sampe kek gini bawaannya," Tanya Ahyar.

"Yeee si abang, kan setelah nikah bajuku dibawa semua kesini, otomatis bajuku dirumah gak ada, yaudah aku bawa lagi ke sana," Ucap Aisyah yang beralasan bajunya tidak ada dirumah ayahnya. Padahal dirinya berniat tidak akan kembali ke pesantren An-Nur setelah pulang kerumah orang tuanya.

"Yaudah ayo," Ucap Ahyar dan Aisyah pun menyetujuinya.

Namun disaat Aisyah hendak memasukan kopernya ke dalam bagasi mobil, ada sebuah tangan yang menahan kopernya itu.

"Mau pergi kemana hmm??" Tanya seseorang dari belakang Aisyah

Bersambung....

Cerpen Karangan: Ukhty Fillah

Blog / Facebook: Ukhty Fillah

 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Memutuskan Untuk Pergi

Terkini

Iklan