Iklan

Iklan

Di Goda Ibu-Ibu Komplek

8/25/21, 09:28 WIB Last Updated 2021-09-03T11:51:36Z

DI GODA IBU-IBU KOMPLEK

Pagi ini Aisyah dan Ali memutuskan untuk berjalan-jalan santai mengelilingi komplek.

Langkah Aisyah terhenti saat berada di taman komplek.

"Kenapa?" tanya Ali pada Aisyah.

"Kita istirahat disini dulu ya ustadz, aku udah capek nih," ujar Aisyah, Ali pun menyetujui nya.

Akhirnya mereka pun duduk di bangku yang berada di taman tersebut.

"Ustadz, haus gak?" tanya Aisyah pada suaminya itu.

"Hmm," balas Ali sembari menganggukkan kepalanya.

"Yaudah, aku beli minuman dulu ya," ucap Aisyah, lalu bangkit dari duduknya.

"Eh mau saya temenin gak?" tawar Ali.

"Gak usah, warungnya deket kok," balas Aisyah.

"Yaudah, hati-hati! kalo ada apa-apa telpon saya!"

"Iya pak ustadz ... orang cuma mau beli minum kok, bukannya keluar kota juga!" balas Aisyah.

Ali terkekeh mendengar jawaban sang istri. Bukan dirinya lebay atau bagaimana, tapi ia tak mau istrinya itu terluka setelah kejadian pada beberapa waktu lalu.

"Yaudah aku pamit ya, assalamu'alaikum." Aisyah pun pergi untuk membeli minuman.

Tak lama kemudian, Aisyah kembali dengan dua botol air minum di genggamannya. Tapi apa ini? ia melihat sang suami banyak di kelilingi oleh ibu-ibu komplek, bahkan dengan anak gadisnya.


"Aduh... Masnya tampan banget," goda salah satu ibu-ibu disana.

"Iya nih, kasep pisan euy!" timpal ibu-ibu lainnya.

"Mas mau jadi suami saya gak?" tanya salah satu anak remaja disana.

Ali tersenyum kikuk mendengar penuturan orang-orang disana.

Sedangkan Aisyah, ia sangat geram melihat orang-orang disana. Apa ibu-ibu itu tidak ingat jika suami mereka menunggu dirumah?

Aisyah tak rela jika suaminya itu digoda oleh perempuan lain. Ia tak mau suaminya di sentuh oleh orang-orang disana. Ali adalah suaminya! Hanya suaminya! bukan orang lain!

Aisyah sangat takut suaminya kenapa-napa. Mungkin lebih tepatnya takut kehilangan suami tercinta. Wkwk..

Aisyah pun langsung menghampiri suaminya itu, ia berjalan sangat cepat bahkan sampai berlari menghampiri Ali.

Sesampainya disana, Aisyah bersusah payah untuk menghampiri suaminya itu, karna terlalu banyak orang yang mengerubunginya.

Tak butuh waktu lama, akhirnya Aisyah berhasil berdiri di sebelah Ali. Dengan sigap Aisyah langsung memeluk lengan kiri Ali, dan menghalangi wanita-wanita disana untuk mendekati Ali. Hal itu membuat orang-orang disana menjadi histeris, bahkan ada yang marah.

"Eh kamu ngapain main peluk-peluk masnya?!"

"Heh malu dikit dong!"

"Baru dateng juga udah maen peluk-peluk aja!"

Begitulah ocehan orang-orang disana.

Aisyah tak tahan mendengar semua ocehan itu akhirnya ia berteriak.

"STOP!!!" Teriak Aisyah, akhirnya semua orang disana terdiam.

"KALIAN NGAPAIN GODAIN SUAMI ORANG HAH?!" Teriak Aisyah.

Orang orang disana pun terkejut mendengar itu semua. Tapi mereka tidak akan semudah itu untuk mempercayai nya.

"Bilang aja kamu suka kan sama masnya?!" Omel salah satu ibu-ibu disana.

"Hey kamu! gak usah sok kecentilan sama masnya, baru dateng udah maen peluk-peluk aja!" omel ibu-ibu lainnya.

"Udah ngocehnya?" tanya Aisyah.

"DIA INI SUAMI SAYA!" tekan Aisyah.

Semua orang disana terkejut bukan main. Yang tadinya menjelekkan Aisyah, sekarang terdiam.

"Dan untuk ibu-ibu semua... udah pulang sana! anak sama suaminya udah pada nungguin dirumah! mereka sampai kelaparan nungguin kalian!" ucap Aisyah.

Pasalnya ia melihat rata-rata ibu-ibu disana membawa kantong plastik yang berisikan sayuran, mungkin untuk sarapan pagi.

"Udah pulang san! Anak, suaminya nungguin di rumah!" Kata Aisyah, akhirnya semua ibu-ibu disana pun bubar sembari menggerutu kesal.

"Dan kalian, ngapain masih disini?" tanya Aisyah, saat melihat beberapa orang remaja perempuan yang masih setia berdiri disana.

"Kita gak percaya kalo mas ini suami lo," ucap salah satu perempuan disana.

"Iya kami gak percaya," timpal lainnya.

"Kita gak semudah itu di bohongi!"

Begitulah penuturan dari beberapa remaja perempuan di sana.

Aisyah menghela nafas berat, dan menghembuskan secara kasar. Susah sekali membuat mereka percaya bahwa Ali adalah suaminya.

"Apa perlu gue liatin kartu nikah gue? atau perlu gue fotocopy terus gue bagiin ke kalian?!" tanya Aisyah pada beberapa remaja itu.

Mereka terdiam.

"Udah Lo pada pulang sana! bantuin emak Lo masak dirumah!" ucap Aisyah, membuat mereka menggerutu kesal.

"UDAH PERGI SANA!" teriak Aisyah.

"Huuu." seru mereka, lalu pergi meninggalkan taman.

Aisyah menatap Ali yang sedang menatap dirinya dengan senyuman.

"Suka banget ya tebar pesona ke cewek-cewek!" ucap Aisyah sembari mencubit perut Ali.

"Awshh... Astaghfirullah engga sayang," ucap Ali meringis kesakitan.

"Apanya yang engga hah?!" ucap Aisyah memukul pelan lengan Ali.

"Engga yang." ucap Ali lalu berlari untuk menjauhi ibu negara yang sedang marah.

"Ustadz!! jangan lari!!" teriak Aisyah, lalu mengejar Ali.

Mereka berlari mengelilingi taman. Pada akhirnya mereka terjatuh, lalu tertawa bersama.

Namun, ada seseorang yang menatap mereka tak suka dari kejauhan.

Bersambung... 

Cerpen Karangan: Ukhty Fillah

Blog / Facebook: Ukhty Fillah

 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Di Goda Ibu-Ibu Komplek

Terkini

Iklan