Iklan

Iklan

Cerai

8/25/21, 09:39 WIB Last Updated 2021-08-25T02:40:28Z

 

CERAI

Hari ini Aisyah sudah diperbolehkan pulang. Dan hari ini Ali mempunyai urusan penting, jadi tak bisa menemani istrinya, dan Ahyar lah yang menemani serta membawa Aisyah pulang ke pesantren.

Kini kedua adik kakak itu sedang diperjalanan menuju pesantren An-Nur. Namun, saat berhenti di lampu merah, Aisyah melihat mobil Ali disebelah mobil Ahyar, Aisyah ingin sekali memanggil suaminya itu, tapi ia urungkan niat itu setelah melihat seorang perempuan di dalam mobil Ali.

Hati Aisyah sangat hancur melihat semua itu, bisa-bisanya suaminya itu bersama perempuan lain. Katanya ada urusan, tapi apa ini? Malah bersama perempuan lain!

Tak terasa bulir bening jatuh di pipinya, dan Aisyah langsung menghapus air matanya itu, agar tidak dilihat oleh Ahyar.

Tak lama kemudian Ahyar dan Aisyah pun sampai di pondok pesantren An-Nur. Namun kejadian yang dilihatnya tadi menghantui pikiran Aisyah.

"Dek!" Panggil Ahyar.

Namun Aisyah tidak menjawab.

"Dek!"

"Dek!"

"Dek! Kamu itu kenapa si? Dari tadi dipanggil ga ngajawab!" Ucap Ahyar sedikit berteriak.

"E-eh kenapa bang?" Tanya Aisyah Kaget.

"Udah sampe! Kamu gak mau turun apa?" Kata Ahyar.

"Iya iya!"


Lalu Aisyah pun turun dari mobil. Dan langsung menuju Asrama, tanpa mempedulikan panggilan Ahyar.

"Tu anak kenapa si?" Gumam Ahyar.

Disaat menuju Asrama, banyak tatapan tajam bahkan kebencian terhadap Aisyah. Namun, Aisyah tak mempedulikan hal itu.

"Assalamu'alaikum," Salam Aisyah saat memasuki kamar.

"Wa'alaikumussalam," Jawab ketiga sahabat Aisyah.

"Aisyah!!!!" Teriak ketiga sahabatnya, lalu memeluk Aisyah. Mereka sangat rindu kepada Aisyah karena sudah hampir 2 Minggu tak bertemu.

"Awhsss" Ringis Aisyah disaat ketiga sahabatnya terlalu erat memeluknya hingga luka dipunggung nya terasa sakit.

"Ehh ehh astaghfirullah maaf," Tutur mereka bertiga.

"Iya gak papa," Jawab Aisyah.

"Eh bentar bentar, keknya kamu habis nangis ya Syah?" Tanya Lia.

"Engga kok." Ucap Aisyah berbohong.

"Jangan bohong Aisyah!" Ucap Lia.

Aisyah sudah tak sanggup menahan Air matanya hingga Air matanya pun turun mengenai pipi nan mulus itu.

"Ayo kita duduk dulu," ucap Feli.

Lalu mereka berempat pun duduk.

"Kamu kenapa? kalo ada masalah ayo cerita sama kami,"  Tutur Lia sembari memegang pundak Aisyah, ia berusaha untuk meyakinkan Aisyah.

Aisyah pun menceritakan semuanya kepada sahabatnya itu, ia tak mau lagi menyembunyikan apapun kepada sahabatnya.

Ketiga sahabatnya itupun terkejut, ia tak menyangka jika Ali seperti itu.

"Seharusnya aku gak cinta sama Ustadz Ali" Ucap Aisyah setelah tangisnya mereda.

"Udah gak baik so'udzon sama suami sendiri. Lebih baik kita berpikiran baik aja, siapa tau itu sodaranya Ustadz." Tutur Salsa.

"Wahhh tumben nih si salsa bijak" Ucap Feli.

"Iya gak kayak biasanya" Timpal Lia.

"Yeeee gini-gini juga Salsa pinter tau!" Ketus Salsa.

"Iyain biar seneng!"

"Yaudah dari pada mikirin Ustadz Ali mending kamu ikut kita Syah" Ucap Feli.

"Kemana?" Tanya Aisyah.

"Beli eskrim, trus duduk di taman sambil cuci mata," Ucap Lia.

"Cuci mata?"

"Iya siapa tau ntar ada kang santri yang lewat gitu," Jawab Feli.

"Cuci mata kok liat kang santri, cuci mata itu pake air kali trus pake sabun," Ucap Salsa dengan tampang polosnya.

Feli dan Lia hanya menepuk jidatnya saat mendengar itu, bisa-bisanya sahabatnya yang satu ini begitu polos.

"Yaudah yuk!" Ajak Lia

"Yuk!"

Lalu mereka bertiga pun pergi membeli eskrim namun, saat mereka sedang duduk di taman Aisyah, melihat seorang wanita cantik, dan tak asing baginya. Setelah di ingat-ingat ternyata itu perempuan yang bersama Ali di dalam mobil tadi.

"Syah kamu liatin apa si?" Tanya Salsa.

"Iya syah liatin apa si, serius banget keknya," Timpal Lia.

Lalu ketiga sahabat Aisyah pun melihat ke arah pandang Aisyah.

"Ouh, itu tu Ning Nana," Ucap Salsa.

"Ning Nana?" Tanya Aisyah.

"Iya. Dia itu sepupu Ustadz Ali, yang aku pernah denger sih dia cinta dan juga ada hubungan sama Ustadz Ali. Bahkan waktu itu semua santri jadi patah hati mendengar kabar itu. Mereka terlihat sangat serasi, Ustadz Ali sangat tampan, Sholeh, serta baik hati dan Ning Nana juga cantik serta sholehah." ucap Salsa.

Feli dan Lia hanya melongo mendengar perkataan Salsa, bisa-bisanya ia berbicara seperti itu di depan Aisyah, istrinya Ustadz Ali.

"Iya aku gak ada apa-apanya dibandingkan dengan dia," Ucap Aisyah lalu berlari meninggalkan ketiga sahabatnya itu.

"Ish kamu itu sih Sa!" Kesal Lia.

"Lho kok aku?" Tanya Salsa.

"Ngapain kamu ngomong kayak gitu di depan Aisyah! Pasti hatinya sakit mendengar semua itu!" Gerutu Lia.

"Dia itu istri Ustadz Ali, hatinya pasti sakit mendengar cerita tentang suaminya sama perempuan lain! Kamu tu mikir ga sih Sa!" Timpal Feli.

"Maaf Salsa gak sengaja," Ucap Salsa yang menyadari kesalahannya itu.

"Udah mending kita cari Aisyah!" Ajak Lia.

"Ayo!"

Sedangkan di lain tempat Aisyah menangis sejadi-jadinya, mengapa disaat ia mencintai dan menerima Ali, Ali malah kembali ke masa lalunya.

"Aku harus bercerai dengannya!"

Bersambung...Bersambung... Cerpen Karangan: Ukhty Fillah

Blog / Facebook: Ukhty Fillah

 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Cerai

Terkini

Iklan