Iklan

Iklan

Bismilah Cinta

8/02/21, 18:50 WIB Last Updated 2021-08-02T12:35:18Z

 Pagi hari seorang gadis bercadar sedang memakai khimar di depan cermin, kini iya memakai khimar berwarna crem yang senada dengan gamis yang iya pakai.

Setelah selesai iya membawa tas lalu keluar dari kamarnya talupa.mengunci pintu kamanya, kini gadis tersebut turun kebawah menuju meja makan untuk menghampiri keluarganya.

"Pagi Abi,umi pagi aa, pagi ade." Sapa Anisa lalu duduk di samping Azizah.

"Pagi Nisa, ayo sarapan." Jawab Umi Halimah.

Nisa pun mengangguk lalu mengambilkan makanan untuk abangnya, karna itu udah jadi kebiasaan Anisa sewaktu masih duduk di bangku SMP.

Keluarga Al Faqih sedang makan tanpa bersuara, karna makan tidak boleh bersuara karna itu sudah kebiasaan keluarga Anisa.

Setelah selesai Anisa membantu Umi Halimah, membersihkan piring kotor lalu mencucinya sedangkan Abah sudah berangkat mengajar di pesantren sedangkan A Rizky sama Azizah berangkat menuju sekolah Azizah karna A Rizky jadi guru disana.

Kini Anisa sedang merapihkan piring yang ia cuci tadi, setelah selesai Anisa berpamitan kepada Umi Halimah untuk berangkat ke Butik, talupa mencium punggung tangan dan kenig Umi Halimah.

"Umi, Anisa berangkat kebutuk dulu ya mi, umi jangan kecapean. Anisa gamau umi sakit." Ucap Anisa menatap Ibunya.

Umi Halimah membelai Khimar Anisa. "Umi ga papa, pergilah nanti juga banyak santri yang bantu umi, putri Umi tausah cemas."

Anisa memeluk Umi Halimah. " Assalamualaikum Umi."

"Waalaikumussalam hati hati." Anisa mengangguk lalu pergi menuju gerasi mengeluarkan mobilnya.

Kini mobil Anisa melaju meninggalkan area pesantren menuju butik miliknya. Anisa menjalankan mobilnya hati hati talupa Anisa melantunkan Sholawat Nabi.

Kini mobil Anisa berhenti karna lampu merah, saat sedang bersholawat Anisa melihat kearah luar, Anisa tidak tega melihat anak kecil yank tidak tamat sekolah dan memilih berjualan di dekat lampu merah.

Setelah lampu hijau anisa melajukan mobilnya menuju cafe dan memarkirkannya, Anisa keluar dari mobil lalu menghampiri anak kecil tersebut.

"Assalamualaikum ade." 

Anak kecil tersebut mengambil tangan Anisa, Anisa sempat kaget namun Anisa kembali tersenyum karna Anak kecil tersebut mencium tangan Anisa.

"Waalaikummusalam kaka." Jawabnya sambil tersenyum.

Anisapun jongkong menyibangi tingginya dengan anak kecil tersebut.

"Adek jualan apa?" Tanya Anisa ramah.

"Minuman ka."

"Udah ada yang beli?"

Anak kecil tersebut menggeleng pelan, Anisa merasa kasian lalu membawa anak kecil tersebut ke cafe dimna mobilnya terparkir.

Disisi lain Raihan melihat Anisa dengan Anak kecil tersebut, Raihan pun penasaran lalu mengikuti Anisa menuju Cafe.

Raihan memarkirkan mobilnya lalu turun dan masuk kedalam cafe tersebut, kini Raihan duduk di meja yang bersebelahan dengan Anisa untuk melihat apa yang Anisa lakukan.

Anisa merasa kasian kepada Anak tersebut lalu mengajaknya makan, Anisa memanggil pelayan. Pelayanpun datang dan memberijan menu cafe tersebut.

"Ade mau makan apa?" Tanya Anisa.

"Apa aja ka," ucapnya.

"Mba nasi gorengnya satu, sama jus mangganya satu." 

"Nasi goreng satu, sama jus mangga satu oke mohon di tunggu ya mba." Ucap pelayan tersebut dan meninggalkan Anisa.

"Ade nama kamu Siapa?" 

"Nama aku bilal Kaka." Jawabnya. Sambil memainkan mainan yang sedikit ruksak.

"Kenapa Bilal jualan?" 

"Karna buat makan ka." Jawabnya tanpa merasa sedih sedikitpun.

"Orang tua bilal emang kmna." 

"Ayah sama bunda ninggalin Bilal ka,ayah sama bunda pulang dan ga kembali lagi, tapi bilal iklasin ayah sama bunda karna Allah ternyata lebih sayang ayah sama bunda." Ucapnya sambil tersenyum.

Anisa merasakan sakit, saat Bilal dengan santaynya mengucapkan kalo Allah lebih sayang kedua orang tuanya, taterasa Anisa meneteskan Air matanya bukan karna kasian, namun kagum dengan ketegaran Bilal.

Anisapun berpindah tempat duduk menjadi di samping Bilal.

"Bilal gaperlu jualan lagi mulai besok, " Bilal merasa heran.

"Bilal mau sekokah?" Tanya Anisa.

Bilal mengangguk semangat. "Nah besok bilal ga usah jualan lagi, besok Bilal mulai sekolah dan Bilal ga kesepian lagi karna sekarang Bilal punya kaka, apa kaka boleh meluk Bilal?" Bilal mengangguk, Anisa meneluk Bilal layaknya Anak sendiri.

Anisa merasakan air mata jatuh dari mata Bilal, Anisapun melepaskan pelukan lalu melihat mata Bilal berkaca kaca.

"Kenapa Bilal Nangis?" Tanya Anisa.

"Bilal nangis, karna Bilal bahagia se-karang Bilal Pun-ya Ka-ka." Jawbnya sambil menangis.

Anisa menenangkan Bilal, pelayanpun mebawa pesanan Anisa. Talupa Anisa mengucapkan terima kasih, Bilal memakan makanannya dengan lahap.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Raihan terharu mendengar percakapan gadis Bercadar dengan Anak kecil tersebut, baru kali ini hati nya merasa tersentuh dengan seseorang perempuan bercadar yang memiliki hati layaknya Bidadari namun tak bersayap melainkan Bidadari Bercadar.

Raihan berjalan menuju kasir untuk membayar pesanan perempuan tersebut.

"Misi mbak, total perempuan yang duduk di nomer 15 berapa ya?" Tanya Raihan kepada kasir tersebut.

"Bentar ka pa, mm toltalnya jadi 50 ribu." Jawab kasir tersebut.

Raihan mengeluarkan dompet lalu mengambil uang berwarna biru lalu memberika kepada kasir tersebut.

" Mba saya boleh pinjem buku sama pulpen ga." Ucap Raihan. 

Pelayan tersebut mengangguk lalu memberikan buku dan juga pulpennya, Raihan mulai menulis di dalam buku tersebut

Kamu adalah perempuan yang baik

Aku kira kamu adalah perepuan biasa

Namun aku salah

Ternyata kamu Bidadari tanpa sayap

Melaikan Bidadari berhijab yang 

Di hiasi dengan Niqapmu yang 

Membuatmu indah dari Wanita biasanya

Salam Hamba allah.

Raihan merobek kertas tersebut lalu menyuruh pelayan mengantarkan ke nomer 15, lalu Raihan keluar dari Cafe.

Anisa merasa bahagia karna melihat Bilal bahagia, saat sedang asik melihat Bilal makan Nisa di kagetkan oleh seorang pelayan yang memberikan selembar kertas yang ada tulisan.

Anisapun melihat kertas yang di lipat itu lalu membaca tulisannya.

Kamu adalah perempuan yang baik

Aku kira kamu adalah perepuan biasa

Namun aku salah

Ternyata kamu Bidadari tanpa sayap

Melaikan Bidadari berhijab yang 

Di hiasi dengan Niqapmu yang 

Membuatmu indah dari Wanita biasanya

Salam Hamba allah.

Anisa merasa heran siapa yang memberikan surat ini.

'surat dari siapaya' batin Anisa.

Anisa lalu melipat surat tersebut dan memasukan kedalam dompetnya.

"Kaka, Bilal udah makannya." Ucap Bilal sambil membersihkan sisa makanan di wajahnya.

"Yaudah, sekarang kita bayar ya." Jawab Anisa, Bilal mengangguk.

Anisa dan juga Bilal berjalan menuju kasir, saat hendak membayar kasir itu bilang kalo tadi ada seorang peria yang membayarkan makanannya.

"Makasih ya mba." Ucap Anisa, pelayan tersebut mengangguk.

Anisa semakin bingung siapa yang membayar makanannya dan juga memberikan kertas tadi.

Bersambung..........

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bismilah Cinta

Terkini

Iklan