Iklan

Iklan

Apa Salahku

8/02/21, 19:43 WIB Last Updated 2021-08-02T12:43:21Z

Kayra bangun untuk melaksanakan shalat tahajud. Ya, hanya Allah tempat berbagi ceritanya disaat suka maupun duka. 

Disaat manusia tengah tertidur lelap, disaat itulah waktunya kayra menghadap khusyu kepada sang maha pencipta.

Setelah selesai shalat tahajud dan witir, dia pun berdo'a.

"Ya Allah, engkau maha penyayang. Hamba yang berdosa ini memohon ampunan kepadamu, memohon perlindunganmu, dan memohon belas kasihmu. Kuatkanlah hamba menghadapi semua ujian ini, hamba tidak ingin semua nikmat yang telah engkau berikan hamba kufur terhadapnya. Mungkin, roda kehidupan sedang berputar. Dahulu hamba diatas, sekarang hamba dibawah. Bantulah hamba untuk selalu kuat …. Aamiin," ucap kayra sembari mengusap wajah. 

Setelah shalat tahajud, dia kembali tidur.

04.00 

Terdengar suara azan di masjid berkumandang, kayra pun segera bangun mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat. 

Selesai shalat, dia keluar kamar. 

Saat ia keluar dari kamarnya, terlihat ibunya yang sudah menyiapkan makanan. Dia pun segera duduk dilantai.

Maklum saja, rumah itu tidak serba lengkap dengan meja makan dan kursi. Namun, setidaknya bisa meneduhkannya dari terik matahari dan hujan.

"Bu, secepat ini?" tanya Kayra.

Ibunya Kayra pun mengangguk sembari tersenyum.

Kayra dan Ibunya pun makan, menunya memang sederhana. Namun, jika dengan perasaan makanan ini tiada tandingannya. Ya, hanya nasi dan tempe goreng saja. Namun, menu itu dibuat dengan rasa cinta. 

Setelah selesai makan, Ibunya Kayra pun mulai bercerita.

"Nak, sepertinya kau harus pindah sekolah," ucap Ibu.

"Hah?! kenapa pindah?!" tanya Kayra terkejut.

"Nak, sekolahmu itu swasta. Sementara ayahmu sudah tidak bersama kita, tidak seperti dahulu lagi. Jadi, rasanya ibu tak sanggup membiayai sekolahmu," lirih ibu.

Sejenak Kayra terdiam dan berpikir.

"Kalau aku pindah sekolah, aku akan berpisah dengan Azka. Tapi …, jika aku memaksa aku kasihan terhadap ibu." batin Kayra.

"Mau ya?" tanya Ibu dengan mata yang berkaca-kaca. 

"I--ya Bu, Kayra mau kok," ucap Kayra sambil tersenyum.

"Alhamdulillah, terima kasih ya nak," ucap Ibu sambil memeluk Kayra begitu pun sebaliknya.

"Semuanya demi Ibu," batin Kayra.

"Yasudah, sekarang mandi dulu ya," ucap ibu sambil melepas pelukanya.

Kayra pun menganguk dan segera pergi mandi. Selesai mandi, dia pun memakai seragam sekolahnya. 

06.00

Dimana sinar mentari cantik berseri. 

Dia dan ibunya pergi berangkat ke sekolah. Karena perjalanan sekolah yang jauh, mereka pun naik taksi. Entah dari mana ibunya Kayra mendapat uang. Setelah 30 menit, mereka pun sampai. Perjalanan yang lumayan jauh, mereka lalui. Mereka pun masuk lewat gerbang utara, dan segera ke ruang guru. 

Di ruang guru, sudah ada beberapa guru yang hadir. Ibu Kayra pun berbicara kepada mereka, dan Karya pun mulai mengisi surat-surat perpindahan sekolah. Setelah selesai mengisi, dia pun ke ruang kelasnya. Disana sudah terlihat Azka yang sedang piket.

"Eh, kok gak bawa tas?" tanya Azka sambil mengelilingi tubuh Kayra. Dari ujung kepala sampai kaki Azka memperhatikannya. Tidak ada tanda-tanda Kayra mau sekolah.

"Apa jangan-jangan mau bolos ya?" ucap Azka sambil menutup mulutnya.

"Hush …, sembarangan!" tukas Kayra. 

"Ya, kenapa Lo gak bawa tas coba?" tanya Azka.

"Ya, sebenarnya …." lirih Kayra.

"Sebenarnya apa?" tanya Azka makin penasaran.

"Se--sebenarnya gu--gue itu …." Ucap Kayra dengan mata yang berkaca-kaca. 

"Eh, Lo nangis?! siapa yang buat Lo nangis?! Ohh …, gue tau. Pasti si Trio Kuntilanak itu kan?! udah gue sikat nanti baru tau rasa mereka!" ujar Azka sambil melipat lengan bajunya lagaknya seorang preman. 

Kayra pun menggelang dan langsung memeluk tubuh Azka erat-erat sambil menangis tersedu-sedu.

"Lo baik banget sama gue, gue gak akan pernah lupain Lo ka," ucap Kayra sambil terus menangis.

Azka pun langsung bingung, apa yang terjadi dengan Kayra? biasanya Karya sendiri yang sering mengejeknya ketika menangis? Kenapa sekarang Kayra menangis? semua pertanyaan itu muncul dibenak Azka.

"Maksud Lo apa?" lirih Azka.

"Gue bakalan pindah sekolah dan pergi dari sini," ucap Kayra.

"A---apa? Lo bercanda kan?" tanya Azka sambil melepas pelukannya.

Kayra hanya mengelang.

"Lo jangan pergi, Lo kenapa pergi? Gue gak punya sahabat sebaik Lo. Nanti siapa yang duduk sama gue? ketawain gue kalau nangis? siapa yang akan temenin gue kalau malam mingguan ke pasar malam kay?! Hiks …, Hiks …." ucap Azka sambil menangis. 

"Kayra?!" Panggil Ibu Kayra.

"Iya!" sahut Kayra.

"Gue akan selalu ada kok dihati Lo, kalau Lo rindu gue tatap kegelapan malam aja," ucap Kayra sambil berlari menjauh.

"Kay!? jangan pernah lupain gue dan persahabatan kita," teriak Azka.

Kayra pun berbalik badan dan melambaikan tangannya. 

"Lo juga," jawab Kayra dan langsung berlari menuju Ibunya.


Cerpen Karangan: Zaha ra

Blog / Facebook: Zaha ra

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Apa Salahku

Terkini

Iklan