Iklan

Iklan

Ternyata Mantan Istriku Kaya Raya

7/17/21, 17:22 WIB Last Updated 2021-07-18T01:26:58Z

 Ternyata Mantan Istriku Kaya Raya

"Saya punya buktinya, Nyonya!" Ucap Mira lagi.

Kembali Rianti dibuat terkejut oleh pengakuan Mira.

Mira kemudian mengangkat sedikit ke atas kerudung yang dipakainya saat ini, lalu memperlihatkan sebuah kalung dengan inisial huruf M.


Rianti yang masih sedikit mendekatkan wajahnya kearah wajah Mira, berusaha melihat dan mengingat-ingat kalung tersebut. Dan ternyata memang benar, kalung itu adalah kalung yang sama dengan kalung yang dia titipkan pada Bi Sumi asisten rumah tangganya hampir dua puluh enam tahun yang lalu.

Namun Rianti masih tetap meragukannya kembali. Karena sudah banyaknya orang yang mengaku-ngaku datang kepadanya sebelum ini sebagai putri kandung yang sudah terpisah sangat lama dengannya, membuat Rianti jadi lebih sangat hati-hati sekarang. 

Dia berpikiran, mungkin saja ada orang lain yang memiliki kalung yang sama persis dengan kalung yang diberikan pada putri kandungnya dulu. 

Walaupun sebenarnya, jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam, Rianti yakin perempuan yang sedang duduk bersama dengannya saat ini adalah putri kandung yang bertahun-tahun ia nantikan kedatangannya.

"Kamu dapat dari mana kalung itu? Tanya Rianti penasaran.

"Saya mendapatkan dari kotak kecil yang berwarna merah, yang diberikan ibu saya di kampung, Nyonya." Jawab Mira menjelaskan.

Rianti semakin yakin bahwa Mira benar-benar anak kandungnya.

"Lalu, apalagi bukti yang kamu miliki untuk meyakinkan saya?" Tanya Rianti yang mulai menatap lekat penuh kerinduan pada putri sulungnya itu.

Mira bangkit dari tempat duduknya, lalu kembali duduk disamping Rianti. Rianti yang melihat hal itu, hanya bisa mengernyitkan dahi tanda tak mengerti maksud dari yang dilakukan Mira saat ini.

Setelah yakin dan melihat kesekeliling ruangan, memastikan bahwa tidak ada orang yang melihat mereka,  Mirapun menggeser dan lebih mendekatkan dirinya pada Rianti.

"Ini, lihatlah, Nyonya!" Ucap Mira sambil sedikit menyingkapkan baju dibagian bahu dan memperlihatkan tanda lahir dibahu sebelah kirinya, seperti yang telah dipesankan ibu padanya waktu itu.

Rianti tidak bisa lagi menutupi keterkejutannya. Kali ini dia tidak bisa menyangkal lagi, bahwa memang benar Mira adalah anak kandungnya. Putri yang harus ia relakan untuk diasuh orang lain. Namun sayang dia lupa menanyakan alamat Bi Sumi dan suaminya sebelum menyerahkan Mira pada mereka. Sehingga komunikasi mereka benar-benar terputus, dan Rianti tidak pernah lagi mendengar kabar putri mereka, setelah perpisahan saat itu. 

Memang pada saat itu Rianti benar-benar dalam keadaan kalut dan sangat sedih. Selain karena masalah yang dihadapinya, juga karena dengan sangat berat hati dan terpaksa harus menyerahkan dan menyuruh mereka pergi secepatnya membawa Mira malam itu juga.

Rianti langsung memeluk erat putrinya itu, air matanya sudah mengalir sangat deras, sampai badannya ikut bergetar menumpahkan perasaan rindu yang selama ini ia rasakan pada Mira.

"Maafkan Mama! maafkan Mama, sayang!" Ucapnya dengan nada suara tangis yang begitu menyayat isi hati.

Mira yang dipeluk seperti itu, membalas pelukan hangat wanita yang sudah melahirkannya itu dengan sangat erat. Seakan tidak ingin dipisahkan lagi dari ibunya.

Rianti makin mempererat pelukannya pada Mira, seakan ingin membayar rasa rindu yang ia tahan bertahun-tahun lamanya. Suasana diliputi rasa haru dan air mata bahagia. Pertemuan ibu dan anak kandung itu begitu berkesan di hati keduanya.

"Apa Nyonya sudah percaya kalau saya adalah anak kandung Nyonya?" Tanya Mira setelah pelukan mereka lepas.

"Kamu harus panggil Mama, nak, dan jangan nyonya lagi!" Jawab Rianti masih dalam tangisnya.

"I-iya Ma-ma." Jawab Mira merasa gugup.

Rianti yang dipanggil seperti itu, langsung tersenyum dan memegang lembut kedua pipi anaknya, ia masih tak menyangka Allah telah mempertemukan mereka kembali setelah sekian lama terpisah oleh jarak dan waktu.

'Sepertinya belum waktunya aku menanyakan tentang alasan kenapa Mama melakukan semua ini padaku, dan rahasia apa dibalik kejadian ini sebenarnya, nanti aja deh aku tanyakan setelah keadaan mulai tenang' Bisik Mira dalam hatinya.

"Ayo sini ikut Mama, nak!" Ajak Rianti sambil menggenggam tangan Mira dan mengajaknya pergi menuju lantai dua rumahnya itu.

"Kita mau kemana, Ma?" Tanya Mira yang belum mengerti tujuan mamanya itu.

"Nanti kamu juga akan tahu, sayang," Jawab Rianti yang membuat Mira semakin penasaran.

Setelah sampai di lantai dua, kemudian Rianti mengajak Mira masuk ke dalam sebuah ruangan yang sangat besar. Mira kembali dikejutkan dengan apa yang dilihatnya setelah Rianti membuka pintu ruangan yang ternyata adalah kamar yang sangat mewah dan besar. Di dalamnya terdapat tempat tidur yang mewah, juga lemari yang besar, dan tidak lupa pernak pernik yang lainnya, yang membuat Mira berdecak kagum sekaligus merasa bingung kenapa Rianti mengajaknya masuk ke dalam kamar ini.

"Kamu suka, sayang?" Tanya Rianti sedikit mengagetkan Mira yang masih mengedarkan pandangannya keseluruh isi kamar dengan hati yang bertanya-tanya.

"Maksud Nyonya, eh, Mama apa?" Tanya Mira semakin tak mengerti dibuatnya.

Rianti yang melihat raut wajah putrinya yang masih dalam keadaan bingung itupun tersenyum-senyum saja.

"Ini kamarmu, nak! Mama sama Papa sudah lama menyiapkan semua ini untukmu, sayang, walaupun kami tidak tahu kapan kita bertemu, tapi kami yakin suatu saat nanti, kita pasti akan bertemu lagi," Jawab Rianti sambil membelai lembut kepala Mira.

"Papa? Dimana Papa sekarang, Ma?" Tanya Mira yang baru saja sadar kalau dia belum melihat keberadaan papa kandungnya itu.

"Oh iya, Mama belum ngasih tahu kamu, ya, kalau Papa sekarang lagi berada di Singapore, palingan nanti sore juga pulang." Jawab Rianti tersenyum.

'Singapura? Seumur hidup aku belum pernah kesana, hanya mendengar namanya saja, dan melihat negara itu ditivi,' lagi Mira dibuat tercengang oleh penuturan Rianti padanya.

"Kamu kenapa, sayang? Kok bengong aja?" Rianti membuyarkan lamunan Mira.

"Oh, gak apa-apa, kok, Ma."

"Ya udah kalau gitu, sekarang kamu ganti pakaianmu lagi, ya, sekalian istirahat dulu! Mama tahu kamu pasti capek, 'kan?" Ucap Rianti begitu lembut pada Mira.

"Jadi ini beneran kamar aku, Ma?" Tanya Mira lagi memastikan.

"Tentu, sayang, ini semua milikmu sampai kapanpun. Lagian Mama udah nyiapin semua baju dan perlengkapan untukmu yang lainnya, kamu sekarang tinggal pakai aja,ya! Cari aja mana yang cocok dan muat untukmu, soalnya Mama membelikannya dengan ukuran yang beda-beda, 'kan waktu membeli Mama gak tahu ukuran kamu," Jawab Rianti sedikit tertawa pada Mira, yang dibalas dengan senyumannya.

"Sekarang kamu mandi, ganti baju, habis itu Mama tunggu di meja makan, ya, setelah itu baru kamu istirahat, ya, nak!" 

"Baik, makasih ya, Ma." Jawab Mira yangbdibals dengan senyuman dan anggukan kemudian keluar dari kamarnya setelah menutup pintu.

Setelah Rianti pergi, Mira masih melihat satu persatu isi kamar yang ternyata miliknya itu. Masih seperti mimpi baginya berada di tempat ini, sangat berbanding terbalik dengan kehidupannya yang dulu. Mira membuka lemari hendak mengambil baju ganti. Namun lagi-lagi dia dikejutkan oleh kotak beludu berwarna merah di laci lemari, setelah membuka dan melihatnya, ternyata isinya adalah perhiasan yang sangat banyak dan mahal.

"Apa semua perhiasan ini juga milikku?" Tanya Mira yang begitu syok melihat perhiasan yang sangat banyak didepan matanya itu.

Bersambung

Cerpen Karangan: Novia Yeni

Blog / Facebook: Novia Yeni

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ternyata Mantan Istriku Kaya Raya

Terkini

Iklan