Iklan

Iklan

PPK Mewujudkan Generasi Emas

2/28/21, 22:47 WIB Last Updated 2021-03-19T14:51:15Z

PPK Mewujudkan Generasi Emas            


            Salah satu dari tujuan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah membangun dan membekali peserta didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 dengan Jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik. Selain itu juga untuk menghadapi dinamika perubahan dimasa depan


            Guru SMPN 10 Purworejo Dra.Nunuk Haryanti mengemukakan praktik pendidikan yang dilakukan sekolah untuk menanamkan dan memperkuat nilai kemandirian dijabarkan dengan memberi anak didik tanggung jawab dalam bentuk regu piket kelas. Seperti menjaga kebersihan kelas dan lingkungan. Selain itu petugas piket Juga diberi tugas mengecek air untuk cuci tangan di depan kelas


            Nunuk menambahkan agar siswa memiliki kecintaan kepada bangsa dan tanah airnya, dengan menanamkan dan seluruh warga sekolah. Yaitu siswa, guru dan tenaga kependidikan lainnya upacara, hormat bendera di kelas, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengikuti upacara hari-hari besar naslonal. Ini semua dilakukan dalam situasi normal/umum 


        Adapun untuk menanamkan dan memperkuat nilai ketuhanan Guru Bahasa Indonesia ini mengatakan diberikan dalam bentuk praktik. Bagi siswa beragama Islam ada jadwal shalat Dzuhur, Jum'atan di sekolah dan tadaruz terbimbing. Bagi yang non muslim melakukan pendalaman dan kajian materi dibimbinG guru seiman.


            Tentang tingkat keberhasilan PPK dikatakan Nunuk sekitar 80% Menurutnya karakter yang paling sulit ditanamkan adalah tanggung jawab. Untuk itu kepada Pemerintah diharapkan memberi kemudahan dan dukungan kepada guru untuk mengembangkan keprofesionalannya. Kepada masyarakat juga diminta dukungannya dalam upaya mencerdaskan generasi penerus bangsa, dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing guru.


            Guru SMPN 1 Magelang Budi Santoso, SPd MM menuturkan ada 10 poin yang dijalankan sekolahnya untuk menanamkan dan memperkuat nilal kemandirian siswa. Yakni Guru menerapkan prinsip disiplin waktu, disiplin prosedur, dan kualitas hasil dalam menyelesaikan tugas Guru memberikan bimbingan dan dorongan agar siswa melakukan aktivitas mandiri, Siswa menggunakan internet bijak dan beretika yang difasilitasi sekolah dalam mencarian materi pembelajaran secara mandiri. Langkah lainnya Sekolah menfasilitas promosi dan penjualan produk karya siswa serta mengembangkan kewirausahaan bagi siswa, Guru menggunakan metode project dalam pembelajaran untuk menghasilkan media pembelajaran Guru dan siswa memanfaatkan hasil karya siswa sebagai media untuk menciptakan kelas akan kaya teks. Selain itu Guru, siswa dan petugas perpustakaan melakukan penataan penggantian koleksi pojok kelas maupun area baca, Sekolah memfasilitas siswa melakukan penelitian sederhana yang sesuai dengan tema/mata pelajaran yang relevan dan Sekolah menyelenggarakan pentas seni atau pekan olahraga siswa untuk promosi dan menggelar berbagai jenis lomba antarkeias Misalnya lomba kedisiplinan/kebersihan/literas membaca, majalah dinding, kelas kaya teks, pojok baca di kelas) yang dinila pihak sekolah selama 1 semester Sekolah bekerja sama dengan masyarakat/kalangan profesi dalam penyediaan layanan pendidikan


            Menurut Budi penguatan nila nasionalisme dengan beragam pembiasaan yang dilakukan Guru bersama siswa. Seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu nasional atau daerah, setiap hari pada waktu tertentu Guru menugaskan siswa membaca dan meringkas serta mempresentasikan minimal satu biografi pahlawan nasional. Ada program kantin sekolah sehat yang menjual makanan termasuk makanan khas daerah. Kepala sekolah menerapkan kebijakan mengenakan pakaian khas daerah bagi semua guru pada hari-hari tertentu. Juga kebijakan kegiatan ekstrakurikuler yang mendorong semangat nasionalisme dan patriotisme guru dan siswa. Selanjutnya diundang narasumber dari unsur veteran perang, TNI, atau POLRI untuk berbagi pengalaman tentang perjuangan penegakan hukum, penegakan disiplin dan bela negara, Ada pula penyuluhan hukum kesehatan, atau topik nasionalisme lain dengan mengundang narasumber dari pejabat terkait. Digelar pula lomba/festival seni dan budaya Indonesia, kegiatan anti kekerasan, anti radikalisme, dan pencegahan bahaya. narkotika, psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA), Warga sekolah mengadakan kegiatan dramatisasi tentang sejarah Indonesia, perjuangan pahlawan nasional /daerah atau budaya daerah



            Praktik bela negara diwujudkan dengan kegiatan seperti menjaga dan menghormati simbol-simbol dan lambang-lambang negara, misalnya menempatkan bendera, lambang Garuda Pancasila, foto presiden dan wakil presiden, foto pahlawan sesual aturan. Ketika warga sekolah menggelar bazar untuk memperkenalkan hasil karya atau kewirausahaan siswa dengan menggunakan bahan baku dalam negeri, khususnya bahan lokal. Termasuk dalam hal pakaian, makanan dan kebutuhan seharl-hari. Warga sekolah membuat dari bahan publikasi tentang kebersihan kelas, lingkungan sekolah, lingkungan di sekitar, kepeduli terhadap kehidupan sosial di sekolah, daerah maupun nasional sebagai bentuk cinta tanah air. Warga sekolah Juga memasang slogan slogan dan poster, untuk menumbuhkan rasa cinta Indonesia di lingkungan sekolah yang terpampang secara menarik. Ada pula program wisata edukasi untuk penguatan materi pembelajaran, diantaranya melakukan studi banding ke sekolah-sekolah lain yang memiliki keunggulan lokal. Dipajangnya foto foto/poster-poster Pahlawan Nasional yang dilengkapi nilai-nilai karakter masing-masing pahlawan adalah upaya menguatkan rasa nasionalisme


            Untuk menanamkan dan memperkuat nilai ketuhanan, ada beberap ketentuan yang menurut Budi dilakukan SMPN 1 Magelang Guru dan siswa berdoa pada awal Jam pelajaran dan setelah jam pelajaran terakhir. Warga sekolah melaksanakan ibadah bersama dan kegiatan keagamaan baik di dalam/luar sekolah melaksanakan salat Jum'at di lingkungan sekolah, Sekolah memberikan izin meninggalkan kelas bagi siswa untuk melaksanakan ibadah wajib sesuai agama dan kepercayaannya. Warga sekolah melaksanakan salat Jum'at di lingkungan sekolah/ masjid/musala. Warga sekolah beragama lain ikut membantu menjaga kekhidmata kegiatan ibadah di sekolah. Warga sekolah bergotong royong menyiapkan sarana Ibadah tanpa memandang perbedaan agama dan kepercayaan Sekolah mengadakan lomba di bidang keagamaan, bazar amal, kunjungan ke beberapa tempat ibadah dan bakti sosial ke panti sosial/ jompo/panti asuhan.


            Dengan beragam aktivitas yang digelar, Budi menila PPK berhasil dilaksanakan. Guru Seni Budaya Ini mengaku karakter yang paling sulit ditanamkan/dikembangkan di SMPN 1 Magelang adalah sikap menanamkan kepedulian dan keblasaan anak untuk membuang sampah ditempat yang sudah dipilah-pilah untuk sampah plastik, organik kertas dan kaca. (Laras)

        


Sumber:

Dra: Nunuk Haryanti 

Budi Santoso, S.Pd, M.M

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • PPK Mewujudkan Generasi Emas

Terkini

Iklan