Iklan

Iklan

Penguatan Pendidikan Karakter: Menciptakan Generasi Berkarakter Pancasila

2/28/21, 22:47 WIB Last Updated 2021-03-19T14:51:15Z

 Penguatan Pendidikan Karakter: Menciptakan Generasi Berkarakter Pancasila


            Pendidikan, menurut UU Nomor 20 Tahun 2003, adalah usaha secara sadar dan terencana dari orang dewasa untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlah mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dari itu dapat dimaknai bahwa dalam pendidikan akan terjadi suatu usaha yang disengaja secara terencana dalam menciptakan proses belajar. Proses belajar itu menuntut peserta didik mengambil bagian dalam pengembangan diri pribadinya sampai dia memiliki kekuatan spiritual keagamaan, dapat mengendalikan diri, mempunyai kepribadian, kecerdasan, dan akhlak yang mulia. Selain itu peserta didik juga mempunyai keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakatnya, dan bangsanya.


            Karakter atau yang biasa juga disebut watak adalah sifat batin yang mempengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki (manusia). Dengan demikian pendidikan karakter merupakan usaha sadar dan terencana orang dewasa dalam mengubah karakter atau watak peserta didik. Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2017 mencanangkan gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), sebuah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati (segi estetika), olah rasa (segi etika), olah pikir (literasi), dan olah raga (segl kinestatika) dengan pelibatan kerja sama keluarga, sekolah, dan masyarakat.


            PPK ini merupakan perwujudan rencana pemerintah dalam rangka menyiapkan masa depan peserta didik menuju Generasi Emas 2045. Fokus penting gerakan ini mencakupi lima karakter; (1) religius, mewujudkan perilaku dan perkataan dalam mempercayai keyakinannya kepada Tukan YME (2) nasionalis, memprioritaskan kepentingan bangsa dari pada kepentingan lain, (3) gotong royong, menjunjung tinggi kerja sama dan saling menolong dalam menanggulangi masalah kelompok; (4) Integritas, selalu berusaha membuat din konsisten dipercaya orang lain (sesama manusia) dalam perilaku dan perkataan dan (5) mandiri, selalu percaya dengan kemampuan diri tanpa bergantung pada orang lain dalam mewujudkan aspirasi.


            Ada yang perlu digarisbawahi bersama dalam gerakan PPK Pertama diperlukan kerja sama antara pemerintah (sekolah), keluarga (orang tua), dan masyarakat (umum). Secara bersama-sama semua pihak itu harus memprioritaskan pendidikan karakter ini sebagai sesuatu yang harus ditangani secara serius. Anak-anak (peserta didik) perlu mendapatkan porsi pendidikan karakter melalui peneladanan, baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat. Dengan begitu PPK Ini sesungguhnya secara tidak langsung juga mendidik semua pihak yang terlibat Kedua, harmonisasi olah hati (segi estetika), olah rasa (segi etika), olah pikir (literasl), dan olah raga (segi kinestatika) harus bisa terwujud melalui kegiatan kokurikuler maupun ekstrakulikuler. Bila itu terjadi maka akan terciptalah apa yang disebut manusia (Indonesia) yang sehat (seutuhnya). Ketiga, kelima karakter yang menjadi fokus penguatan itu perlu dijabarkan ke dalam semua mata pelajaran di sekolah, diterapkan ke dalam kehidupan sehari hari, serta diteladani dari masyarakat Indonesia tercinta ini. Kita tidak bisa tinggal diam dan hanya menyerahkan pada satu pikah saja (sekolah). Inilah yang dikatakan bahwa pembangunan sumber daya manusia Indonesia Itu sesungguhnya pembangunan yang tidak bisa dianggap ringan dan harus diusahakan secara terus menerus.


            Kesadaran akan pentingnya PPK sesungguhnya harus selalu tumbuh dan berkembang pada diri setiap Insan Indonesia Kemajuan teknologi yang sekarang ini kita rasakan bersama boleh jadi mempermudah segala urusan kita, akan tetapi boleh jadi kemajuan teknologi tiu akan mengikis pendidikan karakter yang tidak bisa digantikan oleh apapun. Sudah seharusnya kita merenungkan betapa teknologi itu hanyalah alat. Dan PPK harus bisa ditanamkan kepada insan indonesia dengan teknologi. Jangan sampai teknologi malah bertentangan dengan PPK


Manusia indonesia adalah manusia yang sadar teknologi dan sadar karakter dirinya Manusia Indonesia adalah manusia yang berjati diri indonesia) (Murywantobroto)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Penguatan Pendidikan Karakter: Menciptakan Generasi Berkarakter Pancasila

Terkini

Iklan