Iklan

Iklan

Pendidikan, Pendidikan, Pendidikan.

2/28/21, 22:46 WIB Last Updated 2021-03-19T14:51:15Z

 Pendidikan, Pendidikan, Pendidikan.

Oleh: Muhdi


            Maksud pendidikan itu adalah sempurnanya hidup manusia sehingga bisa memenuhi segala keperluan hidup lahir dan batin yang kita dapat dari kodrat alam. Pengetahuan, kepandaian janganlah dianggap maksud dan tujuan, akan tetapi alat, perkakas, lain tidak. Bunganya, yang kelak akan jadi buah, Itulah yang harus kita utamakan. Buah pendidikan, yaitu matangnya jiwa, yang akan dapat mewujudkan hidup dan penghidupan yang tertib dan suci dan manfaat bagi orang lain (KI Hadjar Dewantara)


            Pendidikan karakter adalah proses yang tak pernah berhenti. Pemerintah boleh berganti, presiden berakhir masa jabatannya, namun pendidikan karakter harus berjalan terus. Pendidikan yang karakter bukanlah sebuah proyek yang ada awal dan akhirnya. Pendidikan karakter diperlukan agar setiap Individu menjadi warga negara yang lebih baik.


            Menyaksikan keadaan Indonesia sekarang ini, kita belum mencapai kemajuan dalam pendidikan karakter, bahkan dalam berbagai hal kita mengalami kemunduran Masih maraknya korupsi, meningkatnya kekerasan terhadap orang yang berbeda kepercayaan, suku, atau golongan, dan makin rusaknya lingkungan hidup, menunjukkan bahwa banyak di antara kita yang makin kehilangan kejujuran, rasa kebangsaan, kemampuan untuk menghargai perbedaan, disiplin, tata krama di ranah publik, dan tanggung jawab sosial

            

            Ada berbagai pilihan untuk menghadapi keadaan seperti itu: Ikut arus, bersikap masa bodoh, atau mengeluh. Yang baik? Tentu saja berbuat sesuatu, kendati kecil, agar arus pengrusakan diri yang bersumber pada rusaknya karakter tidak berjalan terus.


            Betapa besar peran generasi muda dalam membentuk masa depan Indonesia. Merekalah yang menentukan Indonesia akan berkembang menjadi bangsa yang maju, sejahtera, berkepribadian, dan bermartabat di tengah tengah bangsa lain atau menjadi bangsa yang dipandang sebelah mata oleh bangsa-bangsa lain.


Sekolah memegang peran sangat penting dalam pendidikan karakter selain di rumah, masyarakat, dan lingkungan keagamaan. Kepala sekolah dan guru adalah orang-orang yang berada di garis depan.


Awal tahun 1990-an, di Bandung diadakan seminar alih teknologi. Salah satu pembicaranya, pakar dari Korea Selatan. Sudah beberapa bulan ia di Indonesia, sebagai konsultan teknologi sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Bandung


la berkisah, tahun 1962, saat masih duduk di bangku sekolah menengah, ia sangat kagum pada Indonesia karena sudah mampu menyelenggarakan Asian Games, sementara kondisi negaranya masih memprihatinkan karena baru saja


mentas dari perang melawan Korut.


Namun, tiga puluh tahun kemudian, kala datang ke Indonesia sebagai pakar, la melihat perbedaan yang sangat menyolok antara Korsel dan Indonesia. Perekonomian dan tingkat penguasaan teknologi negerinya jauh lebih maju Berdasarkan pengamatannya selama beberapa bulan di Indonesia, dia berkesimpulan sementara, Indonesia tertinggal dari negara lain karena punya tiga masalah besar Pertama adalah pendidikan. Kedua adalah pendidikan Ketiga adalah pendidikan. "Tanpa pendidikan yang baik, tanpa melakukan investasi besar-besaran dalam pendidikan, suatu negara tidak akan mencapai kemajuan yang berarti ucapnya.


Kala pemerintah Indonesia di awal tahun 1970-an mulai melakukan usaha besar-besaran untuk memacu pembangunan ekonomi, sampai terjadinya krisis besar tahun 1997, pendidikan bukanlah sektor yang menjadi prioritas utama pembangunan Indonesia, selama hampir tiga dekade, adalah negara yang alokasi anggaran pendidikannnya - dalam presentase terhadap Produk Domestik Bruto - relatif sangat kecil dibandingkan negara negara lain di Asia.


Kala suatu negara tidak menaruh perhatian terhadap pendidikan, maka ia tidak membangun sumber kekuatan, kemajuan, kesejahteraan, dan martabatnya yang selalu bisa diperbarui, yaitu kualitas manusia dan masyarakatnya. Jadi, selama tiga dekade ini pembangunan ekonomi, Indonesia telah mengesampingkan dari salah satu amanat paling penting dari berdirinya NKRI, yaitu "mencerdaskan kehidupan bangsa". Banyak yang tidak menyadari, berbeda dengan sumber daya alam yang apabila dipakai dan dieksploitasi semakin habis, kecerdasan dan kebaikan karakter semakin bertambah apabila terus-menerus dipakai.


Dampak kelalaian dalam pembangunan pendidikan akan terasa 20 atau 30 tahun kemudian. Karenanya sangat bisa dimengerti, mengapa sampai kini kita masih terus terbelit masalah-masalah pendidikan, seperti masalah mutu, pemerataan, kesenjangan antara pendidikan di kota dan desa, dan kesenjangan antar daerah. (sb)

sumber

Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum Ketua Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pendidikan, Pendidikan, Pendidikan.

Terkini

Iklan