Iklan

Iklan

Dongkrak GLS dengan Guru Menulis

2/28/21, 22:49 WIB Last Updated 2021-03-19T14:51:15Z

Dongkrak GLS dengan Guru Menulis        



            Gerakan Literasi Nasional (GLN) masih banyak kendala, dan belum membudaya seperti yang diharapkan Pemerintah bahkan minat baca peserta didik yang semakin rendah. Berdasarkan laporan PISA (Programme for Internasional Student Assesment) yang baru rills, Selasa 3 Desember 2019, skor membaca Indonesia ada di peringkat 72 dari 77 negara Dengan perolehan skor Matematika ada di peringkat 72 dari 78 negara, dan skor Sains ada di peringkat 70 dari 78 negara. Tiga skor tersebut kompak menurun dari tes PISA 2015. Tes PISA merupakan pengujian anak-anak sekolah berusia 15 tahun di berbagai negara. Skor terbaru PISA, Indonesia merosot di bidang Membaca, Sains, dan Matematika. Tes PISA 2015, kala itu skor membaca Indonesia ada di peringkat 65, skor Sains peringkat 64, dan skor Matematika peringkat 66.


        Dengan realita Pendidikan Indonesia yang demikian, akankah kita sebagai tenaga Pendidik dan juga masyarakat berdiam diri begitu saja? Tentu saja Tidak, Kondisi Indonesia sangat memprihatinkan, karena di antara negara-negara Asia Tenggara, Indonesia berada paling bawah bersama Filipina yang mendapat peringkat terakhir dalam membaca dan skor sebelum terak! di dua bidang Mari memulai perubahan sejak sekarang, yaitu Mindset guru harus berubah. Seperti yang seringkali disampaikan Mas Menteri, "Guru Penggerak", "Guru Bermutu", memulai perubahan sejak sekarang dan dari diri sendiri, meskipun perubahan dari hal kecil Tidak perlu menunggu perubahan dari pemerintah. Guru harus melakukan loncatan besar untuk merubah pendidikan Indonesia lebih maju.


        Rendahnya skor membaca peserta didik, dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya dimungkinkan guru sendiri tidak melakukan perubahan dalam proses pembelajaran Minat baca guru mungkin juga masih kurang dengan Informasi yang berubah sangat pesat saat ini. Tidak menutup kemungkinan, peserta didik menjadi lebih canggih untuk mendapatkan informasi dari luar. Mari mulai sekarang tumbuhkan minat baca mulai dari guru. SMP Negeri 1 Andong, Boyolali mengawali perubahan minat baca dari guru, dengan Guru membaca akan menghasilkan karya. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sebenarnya sudah sejak lama dilakukan di SMP Negeri 1 Andong dari sebelum masa Pandemi. Saat itu, GLS dilakukan setiap pagi di lapangan sekolah dengan diawali doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian GLS baik guru maupun peserta didik. Selain hari Jum'at, karena di hari Jum'at diadakah kegiatan Jum'at Bersih, Jum'at Rohani, dan Jum'at Sehat secara bergiliran. Sedangkan di hari Sabtu, GLS diperuntukkan menyampaikan karya peserta didik selama sepekan. Beberapa peserta didik yang mempunyai karya maju dan yang lain menyaksikan, dimula dari kelas VII, VII, dan Ix dengan mendengar dan menyaksikan karya teman temannya diharapkan menggugah teman yang lain untuk mengikutinya dan menghasilkan karya juga. Di antara karya peserta didik adalah menciptakan pulsi, membacakan Geguritan, merevie cerita buku fiksi, menceritakan kisah nabi atau menyampalakan pantun untuk guru idola, dan masih banyak karya yang lain 

        

        Guru SMP Negeri 1 Andong pun tidak mau ketinggalan peserta didiknya. Meskipun di masa Pandemi sudah beberapa bulan berlalu tidak membuat guru berdiam begitu a. Meskipun guru tidak bertemu langsung dengan peserta dik, namun Bapak dari Ibu guru melakukan perubahan yang itu besar untuk memberikan pelayan pendidikan yang Farbalk Bapak ibu guru sangat antusias mengikuti Webinar dan workshop/pelatihan-pelatihan pendidikan, baik dilakukan pag), siang, sore, bahkan malam hari di rumah, Semua dilakukan demi memberikan pelayanan dan perubahan yang terbaik di dunia pendidikan. 


GLS SMP Negeri 1 Andong, Boyolali dibuktikan dengan Guru Menulis. Sekian Guru mengikuti workshop dan menulis di berbagal media massa Di antaranya: 1). Febri Setiyasih Widayati, S.Pd., M.Pd., menulis artikel pendidikan dengan Judul (a). Fun Learning dengan QR Code yang terbit di bulan April 2020 di Derap Guru,( b) Resensi "The Flash Teacher" terbit bulan Februari 2020 d Inspirasi Pendidikan, dan (c) Menulis Buku "Menjadi Guru Hebat di Era Disrupsi 4.0" dengan cetakan pertama Juni 2020 diterbitkan oleh CV. Beta Aksara dengan ISBN 978-623-7853 79 4 2) Dra. Didik Nasiati, M.Pd dengan artikel (a) Discovery Learning Tingkatkan Pemahaman Persamaan Linier satu Variabel terbit di Jawa Pos Radar Solo, 28 Maret 2020, (b) "Karso" Tingkatkan Prestasi Belajar Matematika terbit di Jateng Pos pada 9 Maret 2020, dan (c) Metode Qute Tingkatkan Pemahaman Kesebangunan terbit di Jateng Pos pada 3 Mei 2020, 3). Jauhari Arifin, S.Pd dengan karya (a) Belajar IPS selama Pandemi dengan Aplikasi Google Form terbit di Jawa Pos Radar Solo pada 2 Oktober 2020, (b) Pembelajaran Penampakan Alam Pada Peta dengan Google Map terbit di Jawa Pos Radar Solo pada 9 Agustus 2020, dan (c) Menulis Buku "Cerdas Memilih Media Pembelajaran tahun 2020" 4) Ani Purwanti, S.Pd dengan menulis artikel (a) Asyiknya Menulis Pantun dengan Metode Menulis Berantai, (b) Strateg Think Talk Write mudahkan Belajar Menulis Teks Berita 5) Wartini, S.Pd menulis artikel dengan judul (a) Make and Match dengan Bermain Kartu Tingkatkan Motivasi Belajar IPA, (b) Asyiknya Praktik Membuat Tape dengan Teknik Bioteknologi 6) Dwi Jayanti Utami, S.Pd dengan artikel berjudul "Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Siswa di Masa Pandemi dengan Powerpoint audio terbit di Jatengpos pada 10 Oktober 2020. 7) Winarsih, S.Pd. dengan artikel berjudul (a) Menumbuhkan motivasi belajar siswa melalui praktikum ujl kandungan zat makanan terbit di Jawa Pos Radar Solo pada 24 Jul 2020, (b) Belajar Peredaran Darah melalui Model Discovery Learning terbit di Jawa Pos Radar Solo pada 10 Juni 2020 8) Kamsih, S.Sn. artikel dengan judul (a) Cara Efektif Penyampaian Informasi Covid-19 melalui Penugasa Poster (b) Pembelajaran Seni Tari Tradisional untuk Pendidikan Karakter Siswa, (c) Gerabah jadi media ciptakan Ragam Hias Cantik 9) Sri Hatut Handayani, S.Pd. dengan artikel (a) Meningkatkan Aktivitas Belajar Matematika siswa dengan Alat Peraga (b) Kartu Soal Meningkatkan Hasil Belajar Matematika.


        Sekian banyak karya guru dari SMP Negeri 1 Andong, Bayolali di tahun 2020 semoga menginspirasi guru yang lain dan mampu mendongkrak Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dengan Guru Menulis. Baik menulis artikel di berbagai media massa, maupun menghasilkan Buku Ber-ISBN. Akhirnya akan memotivasi untuk menjadi guru profesional dan mampu memperkaya khazanah pendidikan di Indonesia. Geliat guru menulis tidak terlepas dari guru membaca, menumbuhkan literasi guru, mengembangkan dan memilih metode pembelajaran yang tepat. Dengan minat baca guru yang terbukti dengan sekian banyak karyanya diharapkan mampu meningkatkan minat baca peserta didik SMP Negeri 1 Andong khususnya, dan masyarakat Indonesia umumnya. Mencetak generasi dengan Prestasi Hebat, Karakter Kuat, dan SMP Bermutu.

Sumber:

Sutomo, S.Pd., M.M

Kepala Sekolah SMP N1 Andong

Edisi 252 Th Xxi Januari 2021


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dongkrak GLS dengan Guru Menulis

Terkini

Iklan